Rabu, 13 Agustus 2008

IKHAWAN SEJATI

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar
Tetapi dari kasih sayangnya pada orang disekitarnya
Ikhwan sejati bukanlah dilihat suaranya yang lantang
Tetapi dari kelembutannya mengakatan kebenaran
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat disekitarnya
Tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa
Ikwan sejati bukanlah dilihat dari bagaimana ia dihormati ditempat kerja
Tetapi bagaimana ia dihormati didalam rumah
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan
Tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang
Tetapi dari hati yang ada dibalik itu
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari banyaknya akhwat yang memuja
Tetapi dari komitmennya terhadap akhwat yang dicintainya
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari barbel yang dibebankan
Tetapi dari tabahnya menjalani luka-liku kehidupan
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya ia membaca al-Qur’an
Tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca
“Siapakah yang dapat memenuhi kriteria itu?”
“Pelajarilah tentang dia”MUHAMMAD”.

ANTARA GELAP DAN TERANG



Mengapa kau ragu wahai sahabatku!
Buat meneliti jalan ini bersamaku yang kubawakan ini bukan ajaran baru, tetapi ajaran lama seperti yang kau tahu dan adalah asing bagimu bila kukatakan selain Allah adalah kegelapan. Maka jadilah kita semua adalah gelap.
Ketahuilah!
Kegelapan akan sirna sedang terang akan kian benderang pertanda terang berlabuh dihatimu adalah sunyi, sunyi tanpa kebencian nafsu dan dosa-dosa. Bila kau merasa hidup di alam terang namun hatimu masih dikuasai pamrih dan benci berarti kau ada dipalung kegelapan. siapapun yang terlena dipakung kegelapan pastilah tersesat tiada tahu jalan untuk pulang karena dosa-dosa yang telah membutakan.
Kukatakan!
Beda antara terang dan gelap. Terang dan gelap hanya akan dimengerti oleh mereka yang bijak. Didalam kehidupan ini tiada kesenangan karena Tuhan menghidupimu saat ini hanya buat menyenangkan hatiNya dibayarnya nanti di akhirat saat Tuhan menyenangkanmu dengan Ajali
Orang-orang yang berjalan menuju Tuhan dengan pengharapan atau keinginan atas dasar nikmat dan derajat duniawi. Maka mereka mengabdi kepada Allah SWT bukan karena cinta dan rindu kepadaNya atau tidak ada ketulusan serta keikhlasan, akan tetapi karena menginginkan sesuatu yang dimilikiNya yaitu alam dan ilmunya. Mereka akan dibimbing matahari yang menerangi inderanya lalu menterjemahkan roda kehidupannya lewat akal pikirannya sendiri. Sedangkan orang-orang yang berjalan menuju Allah SWT atas dasar cinta kepadaNya mereka akan dibimbing matahari ma'rofat (ma'rifatullah) untuk menterjemahkan roda kehidupannya lewat hati nuraninya.
Orang yang menuju hikmah karomah yaitu kelompok pertama, perjuangan dan perjalanannya akan berakhri kealam penghisaban yaitu alam perhitungan terhadap amal ibadahnya. Sedangkan orang yang berjalan menuju Allah atas dasar cinta kepadaNya yang telah dibimbing oleh ma'rifatullah yaitu kelompok kedua perjuangan dan perjalanannya akan berakhir pada kumulyaan yang sesuai dengan fitrahnya yaitu sebagai ciptaan tuhan yang paling sempurna (ihsani taqwim)

Wahai sahabat!
ingatlah, kita pasti mati dan kita pasti hidup setelah mati
Wahai sahabat!
janganlah kita terlalu sibuk mencari bekal untuk kehidupan sebelum mati, tetapi sibukkanlah bencari bekal, untuk kehidupan setelah mati.

wallahu a'lam bishshowaf
Insya Allah